Tegal, 18 Oktober 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto melalui Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Implementasi Tarif 2025 dan Penyusunan Tarif Tahun 2026 pada 17–18 Oktober 2025 di Hotel Gulala Azana Guci, Tegal. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari komitmen universitas dalam memperkuat tata kelola keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU) yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan layanan.
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Pusat, para dosen, serta pemangku kepentingan dari berbagai unit kerja di lingkungan UIN Saizu Purwokerto.
FGD menghadirkan dua narasumber utama, yaitu:
Aginta Geniusa, Kepala Seksi Tarif BLU, dan
Subchan Noorsyahid, Penelaah Teknis Kebijakan Tingkat III.
Keduanya memaparkan materi mendalam terkait kebijakan tarif BLU, evaluasi pelaksanaan tarif tahun berjalan, serta strategi penyusunan tarif baru yang berorientasi pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan publik di perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan strategis ini. “FGD ini merupakan bagian penting dari proses evaluasi dan perencanaan keuangan kampus agar implementasi tarif yang diterapkan dapat memberikan keseimbangan antara layanan prima dan efisiensi pengelolaan,” ujarnya.
Rektor juga menegaskan pentingnya inovasi dari Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) dalam menggali peluang ekonomi baru di lingkungan kampus. “Kita bisa belajar dari berbagai pihak, baik dari PTKIN lain maupun dari lembaga BLU yang sudah lebih maju, untuk menemukan ruang-ruang bisnis baru yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor menyoroti potensi ekonomi internal kampus yang besar, dengan sekitar 15.000 civitas akademika yang beraktivitas setiap hari. “Kampus ini adalah pasar yang hidup. Aktivitas akademik yang berlangsung dari pagi hingga malam menciptakan banyak kebutuhan — mulai dari konsumsi hingga layanan jasa. Ini adalah peluang ekonomi yang harus dikapitalisasi secara kreatif dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil evaluasi implementasi tarif tahun 2025 dapat menjadi dasar penyusunan tarif tahun 2026 yang lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan dan mendukung penguatan kemandirian ekonomi universitas.
FGD ini juga menjadi wadah sinergi antarunit kerja dalam memperkuat tata kelola keuangan BLU yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan publik.
Leave a Reply